Mengenal Kehadiran Allah

Mengenal Kehadiran Allah

Ada ungkapan yang lazim kita dengar sebelum memulai acara perkenalan. “Tak kenal maka tak sayang”. Ungkapan ini seolah-olah menjadi jembatan bagi setiap orang yang berkenalan untuk menjadi lebih dekat. Setiap orang pasti akan senang untuk mengenal orang lain dan dikenal oleh banyak orang. Dengan saling mengenal, maka kita sebenarnya menjalin relasi yang dekat, akrab dengan sesame kita.
Dalam bacaan Injil dikisahkan bagaimana Yesus memperkenalkan diriNya kepada para murid. Para murid-murid Nya kemudian menyadari dan mengenal siapa Yesus yang sebenarnya. Yesus memperkenalkan diriNya kepada para murid melalui tanda-tanda yang sangat sederhana seperti yang biasa Ia lakukan di hadapan mereka. Tanda yang dibuat Yesus ialah banyaknya ikan yang mereka tangkap. Ini adalah sebuah pengalaman yang kesannya biasa saja dialami oleh para murid. Namum, pengalaman yang kelihatannya biasa ini sarat akan makna bagi para murid. Yesus tidak langsung memperkenalkan diriNya secara spektakuler. Ia pun memperkenalkan diri-Nya perlahan-lahan dengan tanda-tanda yang sederhana agar para murid semakin mengenalNya secara benar.
Sahabat, kita terkadang menuntut tanda yang besar dari surga agar kita dapat mengenal Tuhan. Padahal, tanpa sadar ada banyak peristiwa dan tanda-tanda yang sederhana dalam hidup ini yang dapat kita pelajari. Kita hendaknya peka membaca tanda kehadiran Tuhan melalui hal-hal sederhana apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Pengalaman hidup setiap hari dalam Tuhan akan membuat kita sadar bahwa Tuhan hadir menemani kita, menolong kita, member kita jalan keluar.
Sahabat, marilah kita belajar untuk melihat kehadiran Allah melalui hal-hal yang sederhana. Ketika ada senyuman yang tulus, ketika ada sapaan yang hangat dan ketika kita yakin disana ada kasih, maka Allah hadir di dalamnya.

Refren lirik: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Pengumuman Gerejawi 11

Pengumuman Gerejawi 11

Pada bulan November ibadah menggunakan lagu-lagu dari Puji Syukur.
Hari Minggu tanggal 10 November 2013 jam 10.00 WITA selesai misa pagi ada katekese umat bertempat di pastoran paroki Raja Damai. Diharapkan setiap wilayah rohani dapat mengutus 5 atau lebih untuk mengikuti katekese ini.
Kupon-kupon yang sudah habis terjual, mohon disetor kepada panitia pembangunan Pastor Paroki.
Kupon berhadiah yang diedarkan ke wilayah-wilayah rohani, pengundiannya ditunda pada tanggal 30 November 2013, di pusat paroki.
Di depan pintu Gereja ada kotak partisipasi perluasan lahan Gereja Paroki Raja Damai. Mohon partisipasi dari seluruh umat.
Sumbangan dari Rumah Sakit Permata Bunda untuk pembangunan Gereja Salib Suci Taas Rp. 5.000.000,-

Terima kasih.

Mengenal Kehendak Allah

Mengenal Kehendak Allah

Ada ungkapan sederhana, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Ungkapan ini menunjukkan betapa erat hubungan antara orang tua dan anak. Bahwa setiap perilaku anak menjadi cermin dari kehidupan orang tuanya. Jika seorang anak melakukan hal-hal yang baik, mereka akan langsung mengeri bahwa orang-tuanya pasti mengajarkannya demikian.

Sebaliknya jika seorang anak melakukan hal-hal yang jahat atau yang tidak berkenan di mata orang lain, maka dengan sendirinya mereka akan beranggapan bahwa orang tuanya tidak mendidik anak tersebut dengan baik. Sifat positive anak bisa mencerminkan sifat positif orang tuanya. Sebaliknya, sifat negative anak bisa mencerminkan sifat negatif orang tuanya. Maka anggapan umum berlaku bahwa lewat anak, kita bisa kenal orang-tuanya.

Bacaan Injil kali ini Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia berasal dari Allah Bapa. Ia diutus oleh Allah. Karena itu, Yesus menegaskan bahwa mengenal diri-Nya itu juga berarti mengenal Allah. Apa yang diajarkan dan dilakukan Yesus mencerminkan apa yang dikehendaki oleh Allah. Kepribadian Kristus menggambarkan sifat-sifat Allah yang penuh kasih dan saying. Sudah barang tentu pekerjaan-pekerjaan Yesus itu adalah pekerjaan yang baik, yang mengandung keselamatan. Alasannya, karena memang pekerjaan-pekerjaan itu sendiri berasal dari Allah. Sudah pasti tak ada ciri-ciri kejahatan didalamnya. Yang ada tak lain tak bukan adalah karya yang menggembirakan banyak orang.
Saudaraku, kalau kita tampil dalam tugas dan karya kita tampilah bukan dengan egoisme diri, mencari keuntungan untuk diri sendiri. Mencari nafkah itu wajar, atas cara yang baik dan benar. Tetapi jika kita melakukan sesuatu demi kepentingan diri sendiri sampai mengorbankan atau merugikan orang lain, itulah hal yang tidak wajar, tidak benar. Sebaliknya, tampilah sebagai orang yang mengerjakan hal-hal yang baik, sehingga orang di sekitar tahu bahwa kita sungguh orang Kristen yang sejati. Amin.

(Doaku): Ya Tuhan, bukalah mata hatiku agar semakin mengenal kehendak-Mu dalam hidupku.

(Niatku): aku akan selalu setia membaca Alkitab dalam terang iman.

Refren: Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang remuk hatinya.

Saudaraku, jadilah orang yang menggembirakan orang lain, dan bukan menyedihkan, merugikan dan menyusahkan orang lain.

Tuhan Yesus memberkati!

Doa Novena Tahun Iman 2013

Doa Novena Tahun Iman 2013

Segala mahluk ciptaan-Mu bersujud menyembah dan mengagungkan kemuliaan-Mu, ya Allah Bapa, sebab di dalam Kristus Engkau telah menyelamatkan kami dengan kekuatan Roh Kudus.
Ya Tuhan, Paus Benediktus XVI Emeritus telah mencanangkan Tahun Iman yang dimulai tanggal 11 Oktober 2012 dan akan berakhir tanggal 24 November 2013 mendatang. Putera puteri-Mu di seluruh dunia diajak untuk merenungkan secara mendalam kekayaan dan keagungan Iman Katolik yang telah Kau anugerahkan kepada Gereja Mu, sehingga mampu menjadi saksi Injil di dalam abad digital ini.
Keuskupan dan kevikepan kami pun dengan gembira menyambut Tahun Iman ini. Semoga semua upaya Pendalaman Iman, Aksi Iman dan Perayaan Iman yang kami laksanakan memberikan makna yang baik akan kekatolikan kami.
Kami mohon berkat-Mu untuk Paus kami Fransiskus I, dan Uskup kami Josef Suwatan MSC, para pastor kami, para diakon, para biarawan dan biarawati, para pelayan awam. Semoga Engkau menganugerahi mereka rahmat yang dibutuhkan agar dapat menjadi pelayan-Mu yang setia, saleh dan rendah hati, dan menjadi teladan hidup bagi umatnya.
Kami mohon berkat-Mu untuk umatMu yang tersebar di seluruh bumi ini, umat Keuskupan …, umat di Kevikepan, umat di paroki-paroki kami, umat di wilayah wilayah rohani. Semoga Engkau membimbing mereka agar menjadi kawanan umat Allah yang mendengarkan gembalanya, hidup rukun dan damai, satu hati satu kata dalam karya nyata. Bimbinglah dan lindungilah umat-Mu dalam segala mara bahaya dunia modern yang dapat menyesatkan hidup dan iman mereka.
Kami mohon berkat-Mu untuk saudara-saudari seiman kami yang mengalami permasalahan hidup yang berat apa pun sebabnya. Semoga Engkau menolong mereka agar tidak sampai putus asa, melainkan dapat menempuh jalan keluar terbaik yang membahagiakan.
Kami mohon berkat-Mu untuk keluarga-keluarga kami. Semoga Engkau menjadikan keluarga kami tempat bertumbuh dan berkembangnya kebahagiaan sejati. Berilah cinta sejati kepada suami-istri. Bimbinglah anak-anak kami agar mereka bertumbuh bagaikan tunas-tunas anggur dan zaitun di rumah kami. Lindungilah anak-anak kami dari segala hal yang dapat menghancurkan masa depannya.
Dalam iman, pengharapan dan kasih yang sejati, kami memanjatkan doa permohonan ini demi GerejaMu yang Katolik dan demi kemuliaan-Mu, ya Allah Tritunggal yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.
Santa Maria, doakanlah kami.
Kristus Raja Damai, lindungilah kami.
Kristus penguasa semesta alam, rajailah kami!
(1x Bapa kami, Salam Maria, dan Kemuliaan).

Roh Penurut Tetapi Daging Lemah

Roh Penurut Tetapi Daging Lemah

Dewasa ini banyak tawaran kepada umat manusia untuk hidup sehat, bahagia dan panjang umur. Iklan-iklan produk makanan dan vitamin untuk kesehatan bertebaran di media massa. Begitu juga program diet untuk menurunkan berat tubuh mencapai berat dan bentuk tubuh yang ideal serta sehat. Selain itu olah raga sangat dianjurkan agar tubuh tetap bugar dan sehat. Hidup yang sehat, sejahtera dan bahagia menjadi dambaan setiap orang. Orang yang berduit sanggup mengeluarkan biaya berapa pun untuk memanjakan tubuh agar hidup sehat dan penampilan yang menawan. Kesehatan jasmani itu diperlukan, tetapi ia menjadi tidak berarti tanpa kesehatan rohani.

Kita jarang mendengar tentang bagaimana memelihara kesehatan rohani. Kalau pun ada mungkin tawaran itu tidak begitu popular seperti iklan untuk kesehatan tubuh. Padahal jiwa dan roh itu juga memerlukan perawatan agar tetapi sehat sehingga tidak menjadi lemah dan sakit.
Kita diingatkan akan kekuatan dan kelemahan dari setiap dimensi hidup kita “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh itu memang penurut, tetapi daging itu lemah (Matius 26:41).
Kita mengenal Sepuluh Perintah Allah, yang merupakan rambu-rambu peringatan dalam hidup kita. Sepuluh perintah Allah tersebut merupakan pedoman moral bagi manusia agar tidak dilanggar. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kriteria melanggar perintah Allah tidak lagi terbatas pada apa yang tersurat dalam sepuluh perintah itu. Misalnya perintah Tuhan jangan mencuri tidak hanya diartikan mencuri barang orang lain atau dengan membobol rumah orang lain. Kejahatan mencuri bisa dilakukan dengan korupsi, membobol rekening orang lain di bank, memalsukan dokumen untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, atau kejahatan yang lazim disebut sebagai kejahatan “kerah putih”.
Lebih celaka lagi, orang sekarang sering tidak mengerti apakah yang dia lakukan itu dosa atau bukan. Orang yang melakukan penebangan liar, merusak lingkungan hidup sehingga menimbulkan bencana alam, merasa tidak berdosa. Koruptor tidak ada yang mengakui kesalahannya, bahkan berusaha untuk bisa bebas dari jeratan hukum. Padahal perbuatan mereka lebih dari sekedar mencuri karena menyebabkan banyak orang menderita, merencanakan untuk mendapat keuntungan lewat peraturan pemerintah identik dengan mengingini milik sesame secara tak adil.
Demikian juga dengan Lima Perintah Gereja. Interkingdom Apakah mengikuti perayaan Ekaristi pada hari Minggu dengan sikap tidak hormat, melanggar perintah Gereja yang kedua? Mungkin banyak di antara kita yang menganggap kegiatan mengikuti Misa sebagai kegiatan rutin mingguan, sehingga melakukannya setengah hati atau sikap kurang hormat. Apakah kita masih menghargai Sakramen Pengakuan dosa? Padahal dalam kenyataan tempat-tempat pengakuan dosa makin sepi pengunjung?
Dalam kehidupan sehari-hari, kelemahan yang ada dalam diri manusia sering bersumber blackrock dari 5 M, yaitu Maling (mencuri/korupsi), minum (alcohol sampai mabuk), main (berjudi), madat (mengkonsumsi narkoba), dan madon (selingkuh). Sebagian orang mungkin merasa tidak berdosa dalam berjudi, mabuk-mabukan atau mengkonsumsi narkoba. Apabila orang sudah jatuh ke dalam salah satu M, maka ia bisa kecanduan atau mempunyai rasa ketergantungan, dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh untuk keluar dari kebiasaan buruk itu.

-Ruang Katekese-

Lagu Pujian “Bersukacitalah Yang Suci Hatinya”

Lagu Pujian “Bersukacitalah Yang Suci Hatinya”

Bersukacitalah Yang Suci Hatinya.

Verse 1.
Bersukacita lah yang suci hatinya.
Kibarkan panji sang Kristus Salib-Nya yang masyhur.
Bersukacitalah, nyanyilah bersyukur.

Verse 2.
Kaum muda dan tua, pria dan wanita.
Soraklah bagi ALLAHmu pujian yang megah.
Bersukacitalah, nyanyilah bersyukur.

Verse 3.
Tinggikan panji-Nya, satukan derapmu.
Laskar Kristus berjuanglah hingga fajar terang.
Bersukacitalah, nyanyilah bersyukur.


Demikianlah kutipan lirik, puji-pujian berjudul “Bersukacitalah Yang Suci Hatinya”.

Lagu “Layak Disembah” (Worthy of Worship)

Lagu “Layak Disembah” (Worthy of Worship)

SPPK – Layak Disembah.

Verse 1.
Layak disembah dan dipuji, dihormati dan dimuliakan.
Layak kami bawa kidung merdu dan persembahan yang kami bawa.

Chorus.
Engkau layak Bapa Pencipta, Engkau layak Juruselamat.
Engkau layak, dan sungguh indah, layak sembah dan puji.

Verse 2.
Layak penghormatan yang dalam, layak kasih saying dan pengabdian.
Layak terima sembah sujud kami, segala kemuliaan yang tertinggi.

Verse 3.
Bapa Pencipta Maha Kuasa, Raja segala raja dan Penebus.
Penasehat ajaib, sobat yang setia, sumber kehidupan selamanya.

English :
Verse 1.
Worthy of worship, worthy of praise; worthy of honor and glory.
Worthy of all the glad songs we can sing, worthy of all the offerings we bring.

Chorus.
You are worthy, Father Creator. You are worthy Savior, Sustainer.
You are worthy; Worthy and wonderful; worthy of worship and praise.

Verse 2.
Worthy of rev’rence, worthy of fear. Worthy of love and devotion.
Worthy of bowing and banding of kness; worthy of all this and added to these.

Verse 3.
Almighty Father, Master and Lord, King of all kings and Redeemer.
Wonderful counselor; Comforterl; Friend; Savior and Source of our life without end.


Demikianlah kutipan lirik, puji-pujian berjudul “Layak Disembah / Worthy of Worship”.

Identitas Diri Orang Kristen Sejati

Identitas Diri Orang Kristen Sejati

Bacaan Injil dan Renungan kita pada kali ini berbicara tentang kesaksian Yesus mengenai diriNya. Yesus memberi kesaksian bahwa Ia adalah Putra Allah. Dalam bacaan tersebut Yesus berkata “…. apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran”. (Yohanes 5:19b-20).

Sahabat, kita adalah para pengikut Kristus. Pengikut Kristus berarti orang yang dengan setia mau menjalankan seluruh perintah yang telah diajarkan oleh Kristus sendiri kepadanya.

Pertanyaannya : “Apa yang harus kita buat dengan identitas itu?” Pertama, kita harus menyadari diri bahwa menjadi pengikut atau murid Kristus mengandung arti bahwa kita harus dekat dengan Sang Guru, yakni Kristus sendiri. Kedua, kita pun harus berpikir sesuai dengan pikiran Kristus, tergerak hati sebagaimana Yesus tergerak hati bagi mereka yang membutuhkan, bersikap sebagaimana Yesus bersikap terhadap orang-orang sakit, tertindas dan menderita. Ketiga, sebagaimana Yesus diutus Bapa ke dalam dunia, demikian juga para murid diutus ke dunia untuk mewartakan Injil, yaitu Kabar Baik kepada semua orang.

Sahabat, banyak orang tidak menyadari apa artinya menjadi seorang murid Yesus, apa artinya menjadi orang Kristen. Menjadi murid atau menjadi orang Kristen tak hanya berarti bahwa kita menghadiri ibadah pada hari Minggu dan selesai. Lebih dari itu, menjadi murid, berarti bahwa kita mendalami sabda Yesus dalam setiap aktifitas kehidupan kita, menghayati teladan Yesus ditengah keluarga dan masyarakat, merasa terutus untuk mewartakan kasih Tuhan di tengah lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja kita.

Identitas Diri orang percaya bukan sekedar status atau jati diri, tetapi cara hidup yang termanifestasi didalam hidup keseharian kita.
Tuhan Yesus memberkati Saudara. Amin.

Pertobatan dan Keselamatan Jiwa

Pertobatan dan Keselamatan Jiwa.

Ada ungkapan kuno, “Mens sana in corpore sano,” yang artinya “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Ungkapan ini berasal dari Seneca, seorang pemikir Romawi, ungkapan yang juga dapat dijadikan  motto dalam dunia kesehatan maupun olahraga. Ungkapan ini mengandung makna hubungan searah antara tubuh dan jiwa. Jika tubuh sehat atau kuat, maka jiwa pun akan sehat atau kuat pula. Tidak ada yang salah dengan ungkapan atau motto ini, namun maknanya masih dapat digali lebih jauh dan dalam. Untuk memperdalam makna dari motto ini kita dapat mengacu pada Injil hari ini.

Yesus dalam injil hari ini mengantar kita lebih jauh dan dalam melihat hubungan antara tubuh dan jiwa melalui kisah mukjizat penyembuhan seorang yang lumpuh di kolam Betesda. Lebih khusus lewat peringatan-Nya kepada seorang yang telah mengalami mujizat penyembuhanNya setelah tiga puluh delapan tahun menderita sakit lumpuh, “Engkau telah sembuh, janganlah berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk”. Disini Yesus memperingatkan si sakit lumpuh bahwa penyembuhannya yang dilakukanNya tidak hanya untuk menyembuhkannya dari sakit fisik, namun terlebih untuk mengantarnya pada pertobatan. Pertobatan adalah hal utama untuk mencapai tujuan yang lebih jauh lagi yakni mengalami keselamatan jiwa.

Sobatku, melalui warta injil hari ini Yesus ini menyadarkan kita akan pentingnya pertobatan, yakni “supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk,”. Perkataan Yesus ini mengingatkan kita bahwa penderitaan dan kematian tubuh tidak lebih mengerikan daripada sengsara dan kematian jiwa akibat dosa. Kematian jiwa akibat dosa akan mengatar kita pada penderitaan abadi di api neraka (Matius 10:28). Oleh sebab itu, pentinglah bagi kita untuk terus membangun sikap tobat dari hari ke hari agar memperoleh keselamatan jiwa..

Kepercayaan Anda Harta Iman Paling Berharga

Kepercayaan Anda Adalah Harta Iman Paling Berharga.

Anselin menderita sakit yang membuatnya hampir meninggal dunia. Orang tuanya berusaha keras mencari cara supaya Anselin bisa sembuh. Berbagai upaya telah ditempuh mulai dari pengobatan medis sampai pengobatan tradisional. Akhirnya, berkat usaha dan kerja keras dari orang tuanya, Anselin pun bisa sembuh dan sekarang sudah hidup bahagia dengan suami dan anak-anaknya. Ketika tetangga bertanya tentang peristiwa itu, sang Ayah menjawab, “Saya melihat bahwa di mata Anselin yang sayu itu masih ada percikan kehidupan dan saya percaya kalau saya berusaha dengan keras maka Anselin masih punya kesempatan untuk hidup.”

Bacaan injil kali ini berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan anak pegawai istana yang sedang sekarat. Kesembuhan itu terjadi bukan karena sebuah usaha keras melainkan karena kepercayaan. Kepercayaan itu ada dalam diri seorang pegawai istana yang anaknya sedang sekarat. Yesus melihat di dalam diri pegawai istana itu kepercayaan besar bahwa anaknya yang sedang sakit itu akan sembuh. Di dalam diri pegawai istana itu, ada dua jenis kepercayaan. Pertama, ia percaya bahwa anaknya akan sembuh meskipun dalam kondisi sekarang (kepercayaan diri). Kedua, ia percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkan anaknya yang sedang sakit dan sekarat (percaya kepada Allah). Kepercayaan pegawai istana ini menjadi modal besar baginya untuk mewujudkan kepercayaannya itu.

Kepercayaan akan Allah harus selalu ada didalam diri kita. Dengan kepercayaan besar kita dapat melakukan dan mewujudkan banyak hal. Akan tetapi kepercayaan harus selalu disertai dengan usaha dan kerja keras. Tanpa usaha dan kerja keras, kepercayaan yang kita miliki tidak berarti apa-apa. Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan, jika kita percaya bahwa kita sanggup melakukannya, maka kita dapat melakukannya dengan lebih baik.

“Kepercayaan bukanlah sebuah teori yang mulia, melainkan sebuah sikap dasar untuk hidup dalam Tuhan”

DOA hari ini: Ya Tuhan, tarulah kepercayaan di dalam hatiku, sebagai harta yang berharga.
Niatku bahwa aku akan selalu berusaha keras menjaga kepercayaan kepada Allah yang kuimani.

Publisher : dr. Ronald Alloisius Walelang

Demikianlah ketiga hal penting ini; Iman, Pengharapan dan Kasih. Namun yang paling terbesar diantaranya ialah "Kasih"